Lagi-lagi soal Apple! Belum juga reda gelombang publikasi, analisis dan ulasan, serta euforia mengenai deretan smartphone terbaru sejak minggu lalu, hari ini (tadi malam WIB) Apple kembali membuat kehebohan dengan merilis operating system versi mutakhir untuk perangkat-perangkatnya: iOS 11.

Aneka berita, artikel, dan pembahasan mengenai iOS 11 memang sudah beredar sejak awal tahun ini, bahkan para gadget enthusiastsmaupun pengembang aplikasi juga telah mendapat kesempatan mencicipi iOS 11 versi uji coba (beta) secara terbatas terlebih dahulu. Dampaknya, ada sejumlah perubahan besar dan fitur-fitur baru yang sudah diketahui publik.

Seperti yang sempat dibahas ForbesJuni lalu, berikut beberapa di antaranya.

  • Perubahan desain Control Center dan layar notifikasi
  • Optimalisasi Apple Pay (layanan pembayaran khusus via perangkat Apple)
  • Optimalisasi Siri (asisten virtual pribadi)
  • Perkembangan fitur kamera/video
  • Optimalisasi Maps (untuk peta indoor dan lalu lintas)
  • Fitur “Do Not Disturb While Driving” untuk keamanan saat berkendara

Dari sejumlah hasil pengembangan di atas, hampir separuhnya tidak terlalu berpengaruh bagi penggunanya di Indonesia. Kendati demikian, iOS 11 ternyata memiliki sejumlah detail kecil yang bisa sangat membantu aktivitas sehari-hari atau kekinian bagi anak muda. Mulai hari inilah para pengguna gawai Apple bisa menemukan, mencobanya sendiri, dan menikmati hasil updatetersebut.

Screen Recorder

Sebelum iOS 11, pengguna Apple maupun perangkat Android harus menginstal aplikasi khusus untuk merekam semua aktivitas di layar ponsel. Dengan iOS 11, pengguna Apple bisa menikmati layanan ini secara default. Temukan dan tambahkan fitur Screen Recorder di pengaturan Control Center.

Fitur Screen Recorder bisa dimanfaatkan untuk aktivitas yang serius, misalnya untuk menunjukkan tutorial pengaturan. Alih-alih mengirimkan banyak foto cuplikan layar (screenshot), pengguna cukup mengirimkan satu video dengan ukuran fail standar.

Cuplikan dari iPhone 5S.
Cuplikan dari iPhone 5S.

Optimalisasi Control Center

Selain Screen Recorder, Apple menambahkan beberapa fitur baru yang tersedia di pusat kendali. Termasuk “Do Not Disturb While Driving”, Notes, Magnifier atau pembesar, pengatur ukuran tulisan, Voice Memo, dan Low Power Mode.

Cuplikan dari iPhone 5S.
Cuplikan dari iPhone 5S.

Optimalisasi Screenshot

Saat mencuplik layar (screenshot) pada iOS 11, hasil cuplikan akan tampil di pojok kiri bawah layar ponsel selama beberapa detik. Pengguna pun bisa langsung mengakses hasil cuplikan tersebut sejak awal, tanpa harus mengakses Photos.

Optimalisasi Notes

Sejak iOS 10, Apple telah meningkatkan fitur Notes dari sekadar pencatat biasa menjadi aplikasi penunjang kinerja yang terhubung ke iCloud. Pengguna Apple bisa mencatat di gawainya, untuk kemudian dapat diakses kembali melalui laptop atau computer langsung dari situs layanan iCloud.

Cuplikan dari iPhone 5S.
Cuplikan dari iPhone 5S.

Konsep ini memang bukan hal baru, tetapi pengguna tentu tidak perlu repot-repot menginstal aplikasi terpisah lagi. Lantaran sudah menjadi fasilitas dasar dari Apple, lengkap dengan 5 GB kapasitas penyimpanan gratis di iCloud.

Dalam iOS 11, sejumlah fitur tambahan disematkan. Seperti kemampuan untuk memasukkan tabel, dan pindai dokumen. Ini menambah layanan dari versi sebelumnya, pengguna bisa memasukkan foto atau video dalam catatan, dan coretan.

iCloud Drive

Setelah melakukan pembaruan, menu dalam gawai Apple (iPhone, iPad) akan ketambahan satu aplikasi ini. Sesuai namanya, iCloud Drive berfungsi untuk memudahkan pengguna melakukan pengelolaan dokumen dan fail yang disimpan di iCloud. Selain itu aplikasi ini juga langsung mengenai keberadaan aplikasi sejenis lainnya. Seperti Google Drive dan One Drive. Para pengguna pun bisa dengan mudah melakukan lalu lintas objek antarplatform.

Cuplikan dari iPhone 5S.
Cuplikan dari iPhone 5S.

Optimalisasi Menu di Assistive Touch

Awalnya, fitur ini dihadirkan untuk membantu para pengguna Apple yang mengalami kesulitan menekan tombol-tombol di bagian luar (Home, Power/Sleep/Wake, Volume Up, Volume Down), serta sejumlah gerakan jari untuk interaksi layar (melakukan zoom-in dan zoom-out, dan sebagainya). Namun fitur ini kemudian justru digunakan secara luas untuk meminimalisasi potensi kerusakan pada tombol-tombol tersebut. Ditandai dengan munculnya bulatan hampir tembus pandang yang bisa ditempatkan di mana saja pada layar.

Pada bulatan hampir transparan tersebut, pengguna Apple bisa mengatur menu-menu yang diinginkan. Dalam iOS 11, beberapa pilihan baru dimunculkan sesuai jenis perangkat. Pada iPhone 5S (jenis iPhone terlama yang kebagian iOS 11), misalnya, ditambahkan layanan SOS, Restart, dan Speak Screen.

Khusus untuk Restart, pengguna iPhone maupun iPad tidak perlu lagi repot-repot menekan tombol Power dan Home secara bersamaan.

Cuplikan dari iPhone 5S.
Cuplikan dari iPhone 5S.

Emergency SOS

Fitur ini adalah pengembangan layanan kedaruratan yang sudah hadir pada iOS versi sebelumnya. Pada iOS 11, pengguna bisa langsung melakukan panggilan telepon darurat secara otomatis dengan menekan tombol Power/Sleep/Wake sebanyak lima kali.

Cuplikan dari iPhone 5S.
Cuplikan dari iPhone 5S.

Ketujuh fitur di atas tersedia (dan dicoba langsung) pada perangkat iPhone 5S. Ada kemungkinan terdapat fitur-fitur tambahan lainnya untuk perangkat iPhone 6 hingga iPhone 7 Plus, maupun iPad, dan Apple Watch.

SaveSave

Facebook Comments