Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan mengikuti giat kunjungan kerja (Kungker)  Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI  Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau perbatasan darat Indonesia-Malaysia di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Hadir mendampingi Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Oesman Sapta Odang, serta beberapa pejabat daerah setempat Kapolri, Dankor Brimob Irjen Pol Rudi Sufahriadi, Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Drs. Didi Haryono, SH, MH, Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, Kasat Brimob Polda Kalimantan Barat Kombes Pol. H. Agus Tri Heriyanto, S.I.K hingga PJU Polda Kalimantan Barat.

Kapolres Sanggau AKBP. Rachmat Kurniawan ( kiri ) dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian ( kanan )

“Kita selalu berdiskusi sebelum berkunjung ke Entikong. Antara Polri dan TNI harus kompak dan bersinergi, tetapi untuk yang baik. Jangan sampai bersinergi untuk yang tidak baik. Karena kerawanan utama di daerah perbatasan adalah masuknya barang-barang ilegal, apalagi barang-barang yang membahayakan,” tegasnya, saat tatap muka Panglima TNI dan Kapolri dengan masyarakat Entikong di Pos Komado Taktis (Kotis) Satgas Pamtas RI-Malaysia, Entikong, Kabupaten Sanggau, Jumat (27/4/2018).

Kapolri menuturkan, Polri memahami ada problema tentang barang-barang yang masuk lintas batas misalnya sembako.

“Suplai dari dalam negeri terkadang terhambat atau kesulitan di beberapa tempat, sementara suplai dari Malaysia lebih baik misalnya, itu bisa mempengaruhi. Dan kalau distop begitu saja juga akan mempengaruhi masyarakat. Terutama yang menyangkut sembako,” tegasnya.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian ( kiri ), Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono ( tengah ) dan Kapolres Sanggau AKBP. Rachmat Kurniawan ( kanan ) saat berkunjung ke Entikong

Kapolri menegaskan kondisi ini jangan sampai menjadi pembenar. Termasuk masuknya barang-barang berbahaya seperti narkotika, karena saat ini pemerintah berusaha untuk memperbaiki suplai semabako dari dalam negeri.

“Perbatasan di Kalbar termasuk daerah yang cukup rawan, disamping Pantai Timur Sumatera. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama dengan masyarakat, dibutuhkan informasi-infomasi dari masyarakat,” jelasnya.

Kapolri Tito menjelaskan, TNI dan Polri yang datang ke perbatasan, silih berganti, sementara masyarakat yang ada di sini sudah puluhan tahun dan sangat paham jalur-jalurnya. “Tolong sama-sama saling bantu dan bekerjasama. Jangan biarkan barang-barang berbahaya masuk ke Indonesia. Karena kalau masuk akan membahayakan bagi bangsa dan generasi muda kita,” tegasnya.

Dikatakanya, selain tugas pokok menjaga keamanan, TNI dan Polri juga berusaha memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka merealisasi cita-cita Presiden Jokowi, yaitu membangun dari pinggiran, membangun dari perbatasan.

“Saya selaku pimpinan Polri sangat mendukung program tambahan di perbatasan. Saya juga terkesan dengan program petasan yang disampaikan Danrem 121/Abw, diantaranya mengajar. Tadi kami juga sudah sampaikan dengan Ketua DPD RI, Dirjen Bea Cukai, ini bisa menjadi cikal bakal dalam rangka mengembangkan kerja sama yang lebih sistematis ditingkat pusat untuk semua daerah perbatasan,” tegasnya.

 

Facebook Comments