Batam – Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat saat-saat ini tidak terlepas dari bermunculan informasi atau berita yang begitu beragam, baik dari sisi kecepatan maupun kemudahan dalam mengakses suatu informasi yang dibutuhkan, entah itu informasi atau berita yang benar maupun informasi atau berita yang palsu alias hoax.

Hoax berarti pemberitaan palsu, yang mana diartikan sebagai usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut mengetahui bahwa berita tersebut adalah palsu.

Berita hoax akan mengoyak generasi muda kita saat ini. Pasalnya, pengguna media sosial yang secara umum di dominasi mereka yang masih berusia muda. Tak sedikit pula yang masih berstatus sebagai pelajar. Oleh karena itu, berita hoax menjadi tanggungjawab pendidikan.

Para pendidk dituntut untuk cermat dalam membaca serta melihat keadaan yang terjadi dilapangan. Kehadiran mereka dalam menangkal berita hoax terhadap anak didik sangat dibutuhkan, baik itu Sekolah, maupun Guru tentunya harus memberi pembelajaran, pengajaran dan pendidikan terkait bahaya informasi atau berita hoax tersebut.

Karena itulah peranan warga sekolah dalam menyikapi informasi atau berita palsu (hoax) sangatlah penting. Guru dan pendidik perlu mendudukan hoax sebagai sesuatu yang berbahaya bagi anak didik. Dan semua stake holder pendidikan bahu membahu membangun ekosistem pendidikan yang kebal terhadap ujaran kebencian dan hoaks.