Setelah menjadi bahan diskusi yang hangat oleh para praktisi dan penggiat Lingkungan Hidup terkait penembakan burung bangau oleh Persatuan Penembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Tanah Datar beberapa waktu lalu, Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi  memberikan pernyataannya.
Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pihaknya akan berkordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Sumbar. Dalam pernyataannya , Bupati Irdinansyah siap meminta maaf jika kejadian tersebut dianggap salah.
Sebelumnya pihak Perbakin Tanah Datar juga menyampaikan bahwa penembakan burung bangau tersebut dikarenakan adanya permintaan masyarakat yang juga sepengetahuan pihak Pemkab Tanah Datar.
Dan Bupati Irdinansyah berjanji akan mendiskusikan kejadian penembakan satwa yang dilindungi ini  lebih lanjut kepada BKSDA Sumbar. Pasalnya, burung bangau putih atau burung kuntul yang selalu bertengger di batang baringin Lapangan Cindua Mato tersebut sudah dianggap meresahkan bagi masyarakat.
“Kami akan mendiskusikan lagi kepada BKSDA Sumbar terkait burung bangau (kuntul) yang semakin hari semakin banyak populasinya, sehingga merasahkan masyarakat sekitarnya. Kami siap menyelesaikannya secara baik-baik,  kalaupun kami yang salah kami siap meminta maaf terkait kejadian ini,” tambahnya lagi, Rabu (18/10).
Bupati Irdinansyah juga  menegaskan,  bahwa penembakan burung bangau putih semata-mata hanya membantu masyarakat, terkait keluhan dampak buruk dari burung bangau tersebut.  Ia juga menyampaikan, bahwa tujuan Perbakin tidak untuk menghabisi populasi burung tersebut, tetapi hanya mengurangi populasi dan membantu masyarakat.