SURABAYA – Ditengah kekhawatiran sejumlah Parpol untuk memenuhi kuota Bacaleg yang akan didaftarkan ke KPU, guna bertarung dalam konstetasi Pileg 2019 mendatang. Partai Hanura justru “kebanjiran” minat para Bacaleg yang mendaftar lewat partai besutan Wiranto tersebut. Hal ini tentu saja membuktikan bahwa elektabilitas Partai Hanura semakin meningkat dan semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Sejumlah masalah internal, maupun dualisme kepemimpinan pengurus yang sempat terjadi di partai yang mempunyai nomor urut 13 tersebut, tidak menyurutkan tingginya animo masyarakat untuk berjuang dan berkarya serta mengabdi melalui Partai Hanura.
Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPD Partai Hanura Jatim, H.Kelana Aprilianto Senin (16/7/2018) malam. Meski batas akhir pendaftaran Bacaleg akan ditutup pada Selasa (17/7/2018) besok, namun berkas-berkas pendaftaran Bacaleg Partai Hanura Jatim masih belum diserahkan ke KPU, karena panitia penerimaan Caleg, masih melakukan pemeriksaan dan verifikasi akhir terhadap berkas-berkas milik Bacaleg yang mendaftar. “Iya, besok akan saya serahkan berkas-berkas para Caleg Hanura ke KPU. Karena ini masih kita lakukan penyempurnaan berkas, biar tidak ada revisi ataupun syarat yang kurang,” ujar Kelana Aprilianto, saat dihubungi Senin malam.
Seperti diketahui, KPU RI menerima atau membuka pendaftaran para Caleg, mulai tanggal 4 hingga 17 Juli besok. Selanjutnya akan diteruskan tahap verifikasi bagi berkas-berkas yang telah lolos tahap seleksi awal. Dari informasi yang didapat, kuota Bacaleg Partai Hanura Jatim untuk DPRD Kabupaten/Kota se-Jatim sebanyak 1.695 bacaleg. Sementara yang sudah mendaftar, jumlahnya sudah melebihi kuota yang ada. “Alhamdulillah peminat Caleg dari Partai Hanura sudah melebihi kuota yang ada, atau “melimpah”. Bahkan kami sampai menolak-nolak Bacaleg yang mau mendaftar,” jelas Kelana Aprilianto, yang juga ikut maju menjadi Bacaleg DPR RI 2019-2024 mendatang.
Kelana menambahkan, bahwa di tengah-tengah partai politik yang kesulitan menjaring para Bacaleg. Partai Hanura yang sempat dilanda konflik kepengurusan, justru semakin banyak diminati oleh Bacaleg. “Masyarakat sekarang sudah cukup pintar untuk menilai dan melihat apa yang terjadi di lapangan. Mohon maaf kepada semua Bacaleg yang sudah mendaftar, namun karena terbentur batasan kuota, maka banyak yang tidak bisa kami daftarkan atau terima,” jelas Kelana Aprilianto. Menurut politikus asal Pasuruan itu, tidak adanya “mahar” politik bagi para Bacaleg yang mendaftar lewat Partai Hanura, juga dianggap ikut mendongkrak minat para pendaftar. “Nggak ada yang bayar, nggak ada itu,” tegas Kelana. (bet)