Program air siap minum dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya terus digodog. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menargetkan program tersebut bisa terealisasi pada tahun 2018 mendatang.

Ia menjelaskan, saat ini warga memang membutuhkan suplai air minum. Sebab, warga merasa berat jika harus terus membeli air minum kemasan. “Makanya, ini kita terus lakukan penelitian agar kualitas air yang dihasilkan bisa memenuhi standar kesehatan,” beber wali kota Surabaya yang akrab disapa Risma ini di Balai Kota, Sabtu (12/8).

Saat ini, lanjut dia, pihak PDAM memang terus melakukan upaya agar program air minum bisa terealisasi. Jika air minum sudah siap, Risma akan langsung melakukan uji coba. “Nanti kami suruh pegawai PDAM untuk minum duluan. Itu sebagai bukti kalau air (siap minum PDAM) aman konsumsi. Kalau nggak gitu kan masyarakat nggak percaya,” jelasnya.

Risma juga memastikan jika tarif PDAM tak akan ada kenaikan, meskipun ke depan air yang mengalir sudah layak minum. “Saya tegaskan nggak akan ada kenaikan. Nanti kita data dulu seperti apa penyebarannya. Kalau ada pelanggan yang mengubah dari rumah tangga ke usaha, itu yang tarifnya kami naikkan,” ujar dia.

Saat ini, realisasi program air minum menemui beberapa kendala. Menurut Risma, ada beberapa pipa milik PDAM yang sudah tua dan usang. Bahkan, ada yang merupakan peninggalan Belanda. Hal itu membuat karat akan bercampur air sehingga air masih tak layak konsumsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here